DISKUSI PORTAL LITERASI: Bagaimana Seharusnya Gerakan Literasi dalam Melihat Setiap Kontradiksi yang Ada di Sektor Rakyat?

Diskusi untuk memperingati 1 Tahun Portal Literasi

Menurut Martin Suryajaya, seorang filusuf kontemporer Indonesia, menyebutkan inti dari literasi adalah kegiatan manusia untuk mengkonsumsi dan memproduksi kebudayaan. Pada pengertian sempit, literasi hanya dimaknai ketika seseorang sudah “melek aksara” yang kemudian dipahami memiki keterampilan dalam membaca dan menulis. Namun ketika menilik definisi Martin Suryajaya berarti bahwa sebenarnya praktek literasi harus lebih luas,yang dimana hampir semua aspek merupakan bagian daripada literasi seperti literasi media,serta literasi lingkungan.

Dalam dialog publik yang mengangkat judul “Bagaimana seharusnya gerakan literasi dalam melihat setiap kontradiksi yang ada di sektor rakyat” Portal literasi menghadirkan para pemantik yang sudah ahli di bidangnya, yang akhirnya akan mampu membawa sebuah rekonstruksi berpikir baru dalam kawan-kawan literasi melakukan sebuah gerakan. Dalam diskusi kali ini, Narasumber terdiri dari beberapa aktivis dan pegiat, yaitu Kang Aeng dari Pena Masyarakat selaku Individu yang memang terlibat aktif di bidang Ekologi dan lingkungan hidup, Bung Abidin dari Faktabanten selaku orang media juga tak lupa kawan Jimrong dari TBM Hahalaen selaku pengiat gerakan literasi.

Menurut Bung Jimrong, “Literasi merupakan bentuk perlawanan terhadap sebuah sistem pendidikan yang tidak memberikan ruang bagi peserta didiknya dalam melakukan Ekspersi dan pengaktualisasian diri” gerakan literasi seharusnya mampuh membawa angin segar bagi setiap individu individu dalam melakukan pengembagan diri yang dimana hal itu akhirnya membuat individu itu memiliki perspektif terhadap apapun yang dia lihat dalam bermasyarakat. Sedangkan Bung Abidin selaku orang yang bergerak di bidang media,berpandangan bahwasanya “gerakan literasi terkhusu literasi media harus menjadi sebuah lokomotif perjuangan bagi kawan kawan dalam mengkanter setiap isue yang sebenarnya secara esensial itu tidak memberikan kebermanfaatan bagi setiap kontradiksi rakyat yang ada”. Gerakan literasi media sejadinya harus menjadi aktor bagi masyarakat dalam mendapatkan informasi informasi yang memberikan kebermanfaatan bagi setiap kontradiksi di sektor rakyat,karna media sendiri merupakan bagian daripada literasi dan di era keterbukaan informasi seperti sekarang ini, informasi sudah seperti burung burung yang lumrah berterbangan di dunia,dan untuk mendapatkan burung yang paling baik,gerakan literasi,harus punya standarisasi yang jelas dalam melihat burung tersebut. Berbeda halnya dengan kang Aeng dalam melihat literasi “Berangkat dari wahyu pertama Yang berbunyi Iqra gerakan literasi Lingkungan harus pandai membaca setiap apapun ada dilingkungannya” Membaca merupakan hal Awal bagi manusia yang selanjutnya dari aktivitas aktivitas membaca tersebut manusia akhirnya mampuh memiliki sikap dalam melakukan hidup agar selaras dengan alam,yang dimana manusia merupakan bagian daripada alam itu sendiri.

Gerakan literasi sejatinya harus mampuh menghadirkan nalar nalar kritis,kepekaan sosial,serta sikap skeptis terhadap arus informasi yang berkembang bagi setiap pengiatnya.Karana sejatinya berliterasi merupakan aktivitas yang bukan cuma baca, tulis, serta menghitung, namun lebih dari itu berliterasi merupakan aktivitas memperhalus perasaan, meperkukuh kemauan serta memperjelas keberpihakan untuk membangun sebuah peradaban yang lebih baik dan tidak menindas.

Literasi membuat seseorang bisa mengambil sikap atas apa yang ada di dunia berdasarkan literasinya. Entah dari membaca, menonton, atau merasakan. Baik karya, karsa, maupun lainnya. Ketika seseorang sudah mengambil sikap, maka syaratnya harus mempunyai kepribadian. Sementara itu, kepribadian tidak bisa dicontoh satu sama lain. Semakin banyak informasi atau pengetahuan yang didapat, maka kita akan semakin halus kepribadiannya. Semakin bisa mempersepsi apa yang ada di sekitar kita.

Penulis: Syahrul Munir, Pegiat Portal Literasi

2 Replies to “DISKUSI PORTAL LITERASI: Bagaimana Seharusnya Gerakan Literasi dalam Melihat Setiap Kontradiksi yang Ada di Sektor Rakyat?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Pendaftaran Pendidikan dasar

Tanda tangan petisi